Cerita · Wilayah, Bahasa

Lima Wilayah, Lima Cara Bicara

Perjalanan singkat dari barat ke timur Pulau Jawa mendengarkan cara-cara berbeda orang Jawa berbahasa.

Ada anggapan lama bahwa “bahasa Jawa yang benar” hanya satu — ragam halus pusat keraton. Berjalan dari barat ke timur, anggapan itu luruh dengan cepat.

Di banyumas, tutur orang terdengar lugas — populer disebut basa ngapak — dan bukan tanda ketidaksantunan, melainkan identitas. Melangkah ke yogyakarta dan surakarta, tutur menebal menjadi halus; di sinilah ragam baku tumbuh dari dua puri.

Ke timur, mataraman bicara dengan logat yang dianggap “Jawa tengah di tanah Jawa timur”, sementara arek mempercepat iramanya dengan humor kota pelabuhan. Dan di ujung timur pulau, osing berdiri sendiri: ragam yang oleh penuturnya dianggap bahasa tersendiri.

Lima wilayah, lima cara bicara — satu pulau. Bahasa Jawa bukan satu suara; ia adalah paduan. Peta budaya di halaman Daerah membantu melihat posisi mereka berdampingan.