IstilahBahasa
Dialek Semarangan
Ragam bahasa Jawa Semarang dan pantai utara Jawa Tengah bagian tengah, dengan tutur khas kota pelabuhan yang dipengaruhi lintas budaya.
Pengertian
Dialek Semarangan adalah ragam bahasa Jawa yang dituturkan di Semarang dan pantai utara Jawa Tengah bagian tengah — wilayah eks-Keresidenan Semarang yang kini sering disebut Kedungsepur: Kendal, Demak, Ungaran/Salatiga, Semarang, hingga Purwodadi. Sekitar 6,5 juta orang menuturkannya.
Contoh dan perbedaan
Ujaran dan partikel khas yang tidak ditemukan pada ragam baku:
- Yo orak to — “ya, tidak” (baku: yo ora)
- He’e — “ya”; lebih disukai daripada yo
- Piyé, jal? — “bagaimana, coba?”
- Sediluk, diluk, atau singkatnya sek — “sebentar” (baku: sedelo)
- Apik, ik! — “alangkah indahnya!” Partikel ik di akhir ujaran menyatakan kekaguman sekaligus kecewa: wonge lungo, ik — “sayang, orangnya pergi”
- Semeh berarti “ibu” dan sebeh “ayah” — padahal di ragam lain, sebeh justru berarti “mantra”
Kota ini juga terkenal kreatif memperpendek ujaran: Bang-Jo untuk lampu merah (dari lampu abang-ijo) dan mang-pi untuk uang limaan (dari limang rupiyah).
Konteks
Sebagai kota pelabuhan besar, Semarang lama menjadi tempat bertemunya manusia dan bahasa: dagang dari berbagai kawasan, migrasi penduduk, dan pergaulan dengan bahasa-bahasa lain meninggalkan jejak pada cara bicaranya. Tuturnya dikenal hidup dan terbuka, dengan kosakata yang menyerap aneka pengaruh.
Posisi geografisnya membuat dialek ini berdampingan dengan banyak tetangga: ke arah selatan bertemu ragam baku, ke arah barat ragam-ragam pantura barat, ke arah timur kawasan Muria (Jepara–Kudus–Pati) yang caranya bicara punya kekhasan sendiri. Batasnya tidak tegas — khas wilayah pesisir yang selalu bergerak.
Berkaitan dengan
Varian dari
Sumber
- Dialek bahasa Jawa (Wikipedia Indonesia)Lihat sumber ↗Daftar dan persebaran dialek bahasa Jawa: dari kawasan pantai utara barat (Cirebon, Tegal-Brebes, Pekalongan), Banyumasan, Solo-Yogya, Semarang, Kedu, Madiun-Kediri, Muria, Aneman, Arekan, hingga Tengger dan Osing.
- Bahasa Jawa Semarang (Wikipedia Indonesia)Lihat sumber ↗Wilayah Kedungsepur (eks-Keresidenan Semarang), kedekatan dengan ragam Surakarta yang menyerap kosakata asing pesisir, partikel "ik", contoh ujaran "yo orak to", "piyé, jal?", dan pasangan semeh/sebeh.