Objek & SeniMusik
Gamelan Sekaten
Perangkat gamelan pusaka keraton yang dibunyikan khusus pada perayaan Sekaten — diperlakukan sebagai pusaka, dibersihkan secara ritual, dan diarak sebelum dibunyikan.
Pengertian
Gamelan sekaten adalah perangkat gamelan pusaka keraton yang dibunyikan khusus pada perayaan sekaten. Ia bukan sembarang gamelan: perangkat ini diperlakukan sebagai pusaka — disimpan di keraton, dibersihkan secara ritual (jamasan), dan diarak sebelum dibunyikan.
Konteks
Perangkat sekaten dikenal sebagai pusaka Kesultanan Mataram yang terdiri atas dua set: Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari — satu catatan museum menyebut perangkat itu diperkirakan dibuat pada masa Sultan Agung. Setelah Perjanjian Giyanti (1755) membelah Mataram, kedua perangkat itu ikut terpisah: Kyai Guntur Sari bersama Surakarta, Kyai Gunturmadu bersama Yogyakarta. Agar pasangannya tidak kosong, Kasultanan Yogyakarta membuat perangkat kembaran, Kyai Nagawilaga.
Di Yogyakarta, kedua perangkat ditempatkan di dua pagongan masjid — Kyai Gunturmadu di pagongan selatan, Kyai Nagawilaga di pagongan utara — dan diarak keluar keraton dalam prosesi miyos gongso sebelum dibunyikan sepanjang sekaten.
Catatan Rasa
Bagi banyak orang Yogyakarta, bunyi gamelan sekaten adalah penanda musim: ketika terdengar dari arah masjid, bulan Mulud telah tiba.
Berkaitan dengan
Digunakan dalam
Sumber
- Gamelan Sekaten — Irama Abadi yang Menyatukan Jogja di Alun-AlunLihat sumber ↗Tulisan Museum Sonobudoyo tentang asal-usul perangkat gamelan sekaten dari Kesultanan Mataram dan pembagiannya setelah Perjanjian Giyanti 1755.
- Syiar Islam Melalui SekatenLihat sumber ↗Halaman resmi Kraton Yogyakarta tentang Sekaten sebagai hajad dalem: pelaksanaan 5–12 Mulud, tabuhan gamelan, hingga Garebeg Mulud.