IstilahMusikKarawitan
Sléndro
Sistem laras gamelan dengan lima nada dalam satu gembyangan dan jarak antarnada yang relatif berimbang, meskipun tidak dibuat seragam menurut sistem temperamen musik Barat.
Pengertian
Sléndro adalah salah satu dari dua sistem laras utama dalam gamelan Jawa. Laras ini memakai lima nada dalam satu gembyangan—putaran nada dari rendah menuju padanannya yang lebih tinggi. Dalam notasi Kepatihan, nada-nadanya ditulis 1, 2, 3, 5, dan 6, yang biasa dibaca ji, ro, lu, ma, dan nem.
Jarak antarnada sléndro relatif berimbang. “Relatif” penting: jaraknya tidak harus sama persis secara matematis, dan tinggi nadanya tidak diseragamkan seperti instrumen dengan temperamen Barat. Setiap perangkat gamelan dapat memiliki pelarasan dan warna bunyi tersendiri.
Konteks
Angka 4 yang tidak muncul dalam urutan sléndro bukan berarti ada nada yang hilang. Penomoran tersebut mengikuti sistem notasi yang juga dipakai untuk pélog, sehingga kedua laras dapat ditulis dengan kerangka angka yang sama.
Dalam perangkat gamelan lengkap, instrumen sléndro dan pélog umumnya merupakan dua kelompok pelarasan yang berbeda. Bilah atau pencon dari satu perangkat juga tidak selalu dapat dipindahkan ke perangkat lain karena hubungan antarnadanya dibuat sebagai satu kesatuan.
Istilah sléndro juga digunakan dalam tradisi musik di luar Jawa Tengah, termasuk Sunda dan Bali, dengan praktik pelarasan yang dapat berbeda. Uraian di sini terutama merujuk pada karawitan Jawa gaya Yogyakarta dan Surakarta.
Perbedaan dengan pélog
Perbedaan paling mudah didengar terletak pada pola jaraknya. Sléndro mempunyai lima nada dengan langkah yang relatif berimbang, sedangkan pélog menyediakan tujuh posisi nada dengan perpaduan jarak sempit dan lebar. Perbedaan ini sebaiknya dipahami dengan mendengar satu perangkat gamelan, bukan dengan memaksakan padanan nada piano.
Catatan Rasa
Sléndro kerap diberi label “riang” atau “terbuka”, tetapi watak sebuah gendhing tidak ditentukan laras saja. Pathet, irama, garap, tempo, dan konteks pertunjukan ikut membentuk rasa yang terdengar.
Berkaitan dengan
Berkaitan dengan
Sumber
- Introduction to Javanese GamelanLihat sumber ↗Pengantar karawitan Jawa yang menjelaskan sistem laras sléndro dan pélog, notasi Kepatihan, pola interval, pathet, serta kekhasan pelarasan setiap perangkat gamelan. Naskah terakhir direvisi pada 2002.
- Komposisi “Jangkah” Klonthong Laras PelogLihat sumber ↗Artikel tentang jangkah atau interval dalam laras gamelan. Membandingkan jarak nada sléndro yang relatif berimbang dengan jarak nada pélog yang tidak sama serta menjelaskan variasi pelarasan antargamelan.