Modul Sinau
Bilangan dalam Bahasa Jawa
Menghitung dari satu hingga sepuluh dalam ngoko dan krama, serta kapan bentuk kramanya dipakai.
Yang akan kamu pahami
- Deret bilangan 1–10 dalam ngoko dan krama.
- Konteks pemakaian bilangan krama, misalnya harga dan waktu.
Pengantar
Bilangan ikut mengikuti unggah-ungguh. Untuk situasi santai, bilangan ngoko dipakai; untuk konteks yang lebih halus — misalnya menyebutkan harga, umur orang lain, atau jam — dipakai bilangan krama.
Deret ngoko
siji, loro, telu, papat, lima, enem, pitu, wolu, sanga, sepuluh.
Deret krama
setunggal, kalih, tiga, sekawan, gangsal, enam, pitu, wolu, sanga, sedasa.
Perhatikan bahwa sebagian bilangan tetap sama dalam kedua ragam — enem, pitu, wolu, sanga — dan sebagian berubah bentuk.
Latihan singkat
Sebutkan alamat rumahmu (bilangan apa yang muncul?), lalu bayangkan kamu menyebutkan harga sesuatu kepada pelanggan — ragam bilangan mana yang lazim?
Ringkasan
Bilangan Jawa punya dua bentuk: ngoko untuk keseharian, krama untuk konteks yang lebih halus.
Pelajari selanjutnya
Lihat induk konsepnya di unggah-ungguh, atau coba modul ngoko-dan-krama untuk dasar pilihan ragam.