Rupa-rupaBahasa

Dina lan Pasaran

Nama-nama hari dalam kalender Jawa: tujuh dina dan lima pasaran yang bergabung menjadi satu siklus 35 hari.

Konteks

Kalender Jawa menggabungkan siklus tujuh hari (dina) — yang mengikuti pekan internasional — dengan siklus lima hari (pasaran). Keduanya berjalan serentak, sehingga setiap hari punya nama ganda, misalnya Selasa Kliwon. Satu putaran lengkap keduanya memerlukan 35 hari; kombinasi inilah yang dikenal sebagai weton. Padanan dina dan pasaran untuk tanggal mana pun bisa dicari di alat Kalender Jawa.

Dina

JawaIndonesiaCatatan
SenenSenin
SelasaSelasa
ReboRabu
KemisKamis
JemuahJumat
SetuSabtuejaan lama: Saptu
AhadMinggujuga dikenal: Redite

Pasaran

Pasaran tidak punya padanan langsung dalam kalender internasional — inilah penanda khas kalender Jawa. Urutannya: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, lalu berulang.

JawaCatatan
Legijuga lazim disebut Manis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon

Catatan rasa

Nama ganda hari ini kerap dikaitkan dengan peruntungan dan kecocokan (misteri weton). Asosiasi demikian adalah kepercayaan populer — bukan fakta kalender. Yang dapat dipastikan secara faktual hanyalah strukturnya: tujuh dina dan lima pasaran yang berputar bersamaan.

Berkaitan dengan

Bagian dari

Berkaitan dengan

Sumber

  1. W. J. S. Poerwadarminta. Baoesastra Jawa (1939) — J. B. WoltersKamus besar bahasa Jawa yang menjadi rujukan standar leksikon dan ragam bahasa Jawa baku.