IstilahBahasa
Krama Inggil
Kosakata penghormatan dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk mengangkat lawan bicara yang dihormati — bukan untuk diri sendiri.
Pengertian
Krama inggil adalah kosakata penghormatan dalam unggah-ungguh: pilihan kata yang mengangkat hal yang dilakukan lawan bicara yang dihormati. Ia berbeda arah dari krama biasa — krama menurunkan diri pembicara, sedangkan krama inggil meninggikan tindakan orang yang dihormati.
Konteks
Perbedaan arah ini terlihat pada pasangan kosakata yang lazim:
- mangan (ngoko, “makan”) → neda (krama) → dhahar (krama inggil)
- lunga (“pergi”) → kesah (krama) → tindak (krama inggil)
- turu (“tidur”) → saré
Karena itu anak yang bertanya kepada ayahnya berkata “Bapak badhe tindak?” — pergi milik orang yang dihormati disebut dengan krama inggil, sedangkan kepergian diri sendiri tetap memakai krama biasa: “Kula badhe kesah.”
Catatan Rasa
Kesalahan paling umum bukan lupa kata, melainkan terbalik arah: memakai krama inggil untuk diri sendiri. "Kula badhe dhahar" terdengar janggal — kosakata penghormatan bukan tempat untuk memuliakan diri.
Berkaitan dengan
Bagian dari
Berkaitan dengan
Sumber
- Baoesastra JawaKamus besar bahasa Jawa yang menjadi rujukan standar leksikon dan ragam bahasa Jawa baku.