IstilahBahasa

Krama Inggil

Kosakata penghormatan dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk mengangkat lawan bicara yang dihormati — bukan untuk diri sendiri.

Pengertian

Krama inggil adalah kosakata penghormatan dalam unggah-ungguh: pilihan kata yang mengangkat hal yang dilakukan lawan bicara yang dihormati. Ia berbeda arah dari krama biasa — krama menurunkan diri pembicara, sedangkan krama inggil meninggikan tindakan orang yang dihormati.

Konteks

Perbedaan arah ini terlihat pada pasangan kosakata yang lazim:

  • mangan (ngoko, “makan”) → neda (krama) → dhahar (krama inggil)
  • lunga (“pergi”) → kesah (krama) → tindak (krama inggil)
  • turu (“tidur”) → saré

Karena itu anak yang bertanya kepada ayahnya berkata “Bapak badhe tindak?” — pergi milik orang yang dihormati disebut dengan krama inggil, sedangkan kepergian diri sendiri tetap memakai krama biasa: “Kula badhe kesah.”

Catatan Rasa

Kesalahan paling umum bukan lupa kata, melainkan terbalik arah: memakai krama inggil untuk diri sendiri. "Kula badhe dhahar" terdengar janggal — kosakata penghormatan bukan tempat untuk memuliakan diri.

Berkaitan dengan

Bagian dari

Berkaitan dengan

Sumber

  1. W. J. S. Poerwadarminta. Baoesastra Jawa (1939) — J. B. WoltersKamus besar bahasa Jawa yang menjadi rujukan standar leksikon dan ragam bahasa Jawa baku.