IstilahBahasa

Madya

Ragam tengah dalam bahasa Jawa yang berada di antara ngoko dan krama — kosakatanya bercampur, dipakai kepada lawan bicara yang belum akrab namun tidak menuntut penghormatan penuh.

Pengertian

Madya adalah ragam tengah dalam unggah-ungguh bahasa Jawa, berada di antara ngoko dan krama. Kosakatanya bercampur: sebagian mengikuti ngoko, sebagian mengikuti krama — sehingga kalimat madya terdengar bukan sepenuhnya akrab, tetapi juga bukan sepenuhnya formal.

Konteks

Madya lazim dipakai kepada lawan bicara yang baru dikenal atau setara kedudukan — jaraknya cukup jauh untuk ngoko, tetapi belum menuntut krama penuh. Karena posisinya di tengah, pemakaian madya paling sensitif terhadap konteks: ragam yang terasa pantas untuk satu lawan bicara dapat terasa kaku, atau sebaliknya terlalu akrab, bagi lawan bicara yang lain.

Catatan Rasa

Madya sering dianggap ragam yang paling "tidak tegas". Padahal justru di tengah-tengah ini banyak percakapan sehari-hari berlangsung — pada jarak yang belum akrab, tetapi juga belum membutuhkan hormat penuh.

Berkaitan dengan

Bagian dari

Sumber

  1. S. Poedjosoedarmo. Javanese Speech Levels (1968) — Indonesia, No. 6 (Cornell Southeast Asia Program)Studi klasik tentang tingkat tutur bahasa Jawa — ngoko, madya, krama, dan krama inggil — yang menjadi rujukan standar sosiolinguistik Jawa.