Rupa-rupaBahasa

Swara Kewan

Bunyi tiruan suara kewan dalam bahasa Jawa — jago berkokok kluruk, kodhok ngorek, wedhus ngembek.

Konteks

Suara kewan dalam bahasa Jawa punya kata sendiri, bukan sekadar tiruan “krak-krak”: jago berkokok disebut kluruk, induk pitik bertelur petok-petok, wedhus ngembek. Bandingkan dengan bunyi untuk memanggil kewan pada swara-ngundang-kewan — keduanya dua kamus bunyi yang berbeda.

KewanSwaraneIndonesiaCatatan
jagoklurukberkokok
babonpetok-petoksuara ayam bertelur
kodhokngorekbersuara kodok
wedhusngembekmengembik
kucingngeongmengeong
asumbaungmenggonggong keras
asunjegukmenggonggong pelan
macanmbaungmengaum
kebongoweksuara kerbau
sapimbengahsuara sapi
jaranbekersuara kudajuga: bengingeh
kethekmeresuara monyet
gajahngempretsuara gajah
darambekursuara merpati
gemakngelungsuara puyuh
jangkrikmayangsuara jangkrik
gangsirngenthirsuara gangsir (beronang)
garengpungngrengrengsuara belalang garengpung
kombangmbrengengengberdengung
kuthukkiyik-kiyikkicau anak ayam
kututmanggungsuara burung kutut
lamuknging-ngangsuara burung lamuk
jalak, kuthilang, mencongocehkicau ramai
meraknyengungongsuara merak
kidang, menjanganmbekiksuara rusa
tikuscitcitsuara tikus
cecakngeceksuara cecak
ulangesesdesis ular
singanggeromengaum
iwakblubuk-blubukbunyi ikan di air

Catatan penyusunan: daftar berasal dari rujukan di bawah dan menunggu pemeriksaan editorial — terutama pembedaan kata untuk hewan yang bunyinya mirip.

Berkaitan dengan

Bagian dari

Sumber

  1. Ahzaa.net. Nama-Nama Sebutan Suara Hewan Bahasa Jawa (Ahzaa.net) (2023)Lihat sumber ↗Kompilasi swara kewan (suara hewan) dan swara ngundang kewan (panggilan untuk mengundang hewan) dalam bahasa Jawa.
  2. W. J. S. Poerwadarminta. Baoesastra Jawa (1939) — J. B. WoltersKamus besar bahasa Jawa yang menjadi rujukan standar leksikon dan ragam bahasa Jawa baku.