Rupa-rupaBahasa

Tegese Tanpa

Kata-kata tunggal bermakna "tanpa sesuatu" — gundhul tanpa rambut, gabug tanpa isi, suwung tanpa wong.

Konteks

Bahasa Jawa memampatkan “tanpa sesuatu” menjadi satu kata saja: gundhul berarti tanpa rambut, gabug berarti gabah tanpa isi, suwung berarti sepi tanpa wong. Kata-kata semacam ini sering diangkat ke peribahasa karena bayangannya kuat — sesuatu yang utuh kehilangan bagian yang membuatnya berarti.

JawaTegese (sumber)IndonesiaCatatan
anyeptanpa rasahambar — tidak berasa
bledhegtanpa benik—arti “benik” perlu dicek ke sumber cetak
brindhiltanpa godhonggundul daun — pohon tanpa daun
brondholtanpa wulubulunya rontok
brumbungtanpa suhang—
buntungtanpa buntutberekor terpotong
cemplangtanpa uyahhambar tanpa garam
dadhakantanpa antan-antan—
dheproktanpa sikilan (gelas)gelas tanpa alas/pijakan
gabugtanpa isi (pari)gabah kosong — beras hampa
gothangtanpa suhang siji—
grumpungtanpa irungbermoncong rata — tanpa hidung
gundhiltanpa wulu (pari)gabah tanpa bulu
gundhultanpa rambutbotak — plontos
kotangtanpa lengenan—
korthongtanpa isikulit kosong — bekas yang isinya habis
kuthungtanpa gulon—
legehtanpa gawanlapang kosong tanpa barang
legenatanpa sandhangantelanjang
ligantanpa wrangkapedang tanpa sarung
ngeblaktanpa aling-alingterbuka langsung tanpa penahan
ngujawaratanpa perlumenjawab tanpa ditanya
ngamplahtanpa gunatidak berguna
ompongtanpa untuompong — giginya tak ada
perungtanpa godhong kuping(jagung) tanpa daun kuping
prucultanpa sungutanduknya hilang — terpotong
selakora ngakoniyang tidak diakui
sukuntanpa isikosong tanpa isi
suwungtanpa wongsepi — tak bertuan

Catatan penyusunan: ditranskrip dari halaman buku sumber (bab 11). Kolom “Tegese” persis dari buku; kolom “Indonesia” adalah parafrasa editorial — baris bertanda ”—” belum ditemukan padanan yang yakin dan menunggu pengecekan kata kuncinya (benik, suhang, lengenan, gulon) terhadap kamus.

Berkaitan dengan

Bagian dari

Sumber

  1. Daryanto S.S. Kawruh Basa Jawa Pepak — Apollo Lestari, SurabayaBuku kosakata Jawa berbab-bab bernomor yang menjadi sumber struktur A–D dan isi daftar Rupa-rupa Kawruh; daftar ditranskrip dari salinan buku yang disediakan pengguna. Penata letak dan ilustrasi: Suparlan Amir; penataan sulit: Purnomo. Tahun terbit belum tercantum pada salinan.