IstilahEtika
Tepa Slira
Sikap menempatkan diri pada perasaan dan keadaan orang lain — menjaga perasaan orang lain agar tidak tersinggung atau terbebani.
Pengertian
Tepa slira adalah sikap merasakan dan menjaga perasaan orang lain — memperlakukan keadaan orang lain sebagaimana keadaan diri sendiri. KBBI mendefinisikannya sebagai dapat merasakan (menjaga) perasaan orang lain sehingga tidak menyinggung perasaan atau dapat meringankan beban orang lain.
Konteks
Dalam pergaulan, tepa slira menjadi dasar dari unggah-ungguh: memilih ngoko atau krama ketika berbicara adalah bentuk nyata dari mempertimbangkan perasaan dan posisi lawan bicara. Keduanya sering disebut berdampingan — unggah-ungguh mengatur caranya, tepa slira mengisi maknanya.
Catatan Rasa
Tepa slira sering dipadankan dengan "toleransi". Padahal toleransi berhenti pada menahan diri; tepa slira menuntut lebih — ikut merasakan keadaan orang lain sebelum bertindak.
Berkaitan dengan
Berkaitan dengan
Sumber
- Kamus Besar Bahasa IndonesiaLihat sumber ↗Kamus daring resmi bahasa Indonesia; dipakai sebagai rujukan padanan Indonesia untuk istilah Jawa.