Rupa-rupaBahasa
Urutane Turunan
Urutan keturunan dalam bahasa Jawa — anak, putu, buyut, canggah, sampai gantung siwuruh.
Konteks
Bahasa Jawa menamai setiap tingkat keturunan dengan kata yang berbeda — bukan sekadar “cucu dari cucu”. Urutannya turun dari anak sampai jauh ke bawah, dan sebagian kata juga dipakai untuk arah sebaliknya: buyut bisa berarti kakek dari kakek.
| Jawa | Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| anak | anak | tingkat pertama |
| putu | cucu | |
| buyut | cicit — anak dari cucu | |
| canggah | anak dari buyut | |
| wareng | anak dari canggah | |
| udheg-udheg | anak dari wareng | |
| gantung siwuruh | generasi berikutnya lagi |
Ke arah atas dipakai pula: bapak/ibu → mbah (kakek/nenek) → buyut. Untuk garis keturunan bangsawan dipakai istilah sentana — keturunan, terutama keturunan raja atau priyayi.
Catatan penyusunan: urutan di atas adalah urutan yang lazim diajarkan; penamaan tingkat terjauh bervariasi antarwilayah dan menunggu pemeriksaan editorial.
Berkaitan dengan
Bagian dari
Sumber
- Baoesastra JawaKamus besar bahasa Jawa yang menjadi rujukan standar leksikon dan ragam bahasa Jawa baku.