Rupa-rupaBahasa

Sanepa

Tembung sanepa — ungkapan hiperbolis berpola kata keadaan + kata benda yang maknanya sering terbalik: abang dluwang, abot kapuk.

Konteks

Tembung sanepa menyusun dua kata — kata keadaan dan kata benda — menjadi ungkapan yang maknanya sering terbalik dari susunannya: abot kapuk (berat seperti kapuk) justru berarti sangat ringan. Karena itulah sanepa menjadi sindiran yang halus sekaligus lelucon yang sopan; ia kerabat pepindhan yang pembandingnya lebih terbuka.

SanepaMaknaCatatan
abang dluwangpucat sekali
abot kapukringan sekali
aji godhong garingtidak ada gunanya
amba godhong kelorsempit sekali
ambune arum jambanbau sekali
anteng kitirantak bisa diam — bertingkah
arang kranjangsering sekali
arang wulu kucingbanyak sekali
arum jambanbusuk sekali
atos debogempuk sekali
awake kuru semangkabadannya gemuk sekali
bening lerikeruh sekali
brintik linggiskaku sekali
dhuwur kencurpendek sekali
gedhe guremkecil sekali
jero tapak meridangkal sekali
kandel kulit bawangtipis sekali
landhep dhengkultumpul sekali
legi bratawalipahit sekali
lemes pikulankaku sekali
pait madumanis sekali
resik pecerenkotor sekali
ireng kedhep tesmalhitam mengkilap

Catatan penyusunan: daftar disarikan dari rujukan di bawah; beberapa makna sanepa memang sengaja terbalik (ironis), sehingga pemeriksaan editorial terhadap tiap baris penting sebelum dipublikasikan.

Berkaitan dengan

Bagian dari

Sumber

  1. Kompas.com. 30 Tembung Sanepan beserta Artinya (Kompas.com) (2024)Lihat sumber ↗Daftar tembung sanepa (ungkapan hiperbolis Jawa berpola kata keadaan + kata benda) beserta maknanya, terbit di rubrik Skola Kompas.com.